Bagaimana Cara Pencegahan Penyakit Malnutrisi?

Kekurangan gizi (malnutrisi) merupakan gangguan kesehatan serius yang terjadi ketika tubuh tidak mendapat asupan nutrisi yang cukup. Padahal, nutrisi ini sangat penting agar tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Malnutrisi tidak terjadi dalam satu atau dua hari, tapi terakumulasi selama periode yang lama. Tanda tubuh mengalami kekurangan gizi pun mungkin kamu tidak begitu menyadarinya.

Seorang penderita malnutrisi biasanya memiliki berat badan 10-25% berat normal, ukuran tersebut menandakan bahwa kondisi kurang gizi masih dalam tahap ringan. Namun, jika kondisi berat badan menurun mulai dari 25-40% berat normal bahkan lebih dari 40%, Anda perlu waspada karena batas tersebut merupakan kondisi malnutrisi tahap sedang hingga berat yang membutuhkan perawatan.

Malnutrisi merupakan masalah yang menjadi perhatian internasional serta memiliki berbagai sebab yang saling berkaitan. Penyebab malnutrisi menurut kerangka konseptual UNICEF dapat dibedakan menjadi penyebab langsung (immediate cause), penyebab tidak langsung (underlying cause) dan penyebab dasar (basic cause).

Kurangnya asupan makanan dan adanya penyakit merupakan penyebab langsung malnutrisi yang paling penting. Penyakit, terutama penyakit infeksi, mempengaruhi jumlah asupan makanan dan penggunaan nutrien oleh tubuh.

Kurangnya asupan makanan sendiri dapat disebabkan oleh kurangnya jumlah makanan yang diberikan, kurangnya kualitas makanan yang diberikan dan cara pemberian makanan yang salah. Bayi dan anak-anak merupakan resiko terbesar untuk mengalami kekurangan gizi karena mereka membutuhkan sejumlah besar kalori dan zat gizi untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Mereka bisa mengalami kekurangan zat besi, asam folat, vitamin C dan tembaga karena makanan yang tidak memadai. Kekurangan asupan protein, kalori dan zat gizi lainnya bisa menyebabkan terjadinya kekurangan kalori protein (KKP), yang merupakan suatu bentuk dari malnutrisi yang berat, yang akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan.

Kecenderungan untuk mengalami perdarahan pada bayi baru lahir (penyakit hemoragik pada bayi baru lahir), disebabkan oleh kekurangan Vitamin K, dan bisa berakibat fatal. Sejalan dengan pertumbuhannya, kebutuhan makanan anak-anak akan bertambah, karena laju pertumbuhan mereka juga bertambah.

Pada wanita hamil atau wanita menyusui, kebutuhan zat gizi meningkat untuk mencegah malnutrisi pada bayi dan dirinya sendiri. Asam folat diberikan selama kehamilan untuk menurunkan resiko gangguan perkembangan otak atau tulang belakang (spina bifida) pada bayi.

Meskipun pada wanita-wanita pemakai Pil KB lebih mungkin untuk menderita kekurangan asam folat, tidak ada bukti bahwa bayinya akan menderita defisiensi asam folat.

Cara Pencegahan Penyakit Malnutrisi

Mencegah memang lebih baik dari pada mengobati. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi ini. Untuk itu beberapa tips untuk mengurangi kemungkinan malnutrisi adalah:

  1. Jaga asupan gizi

Jagalah asupan gizi anda agar tetap seimbang. Hal ini bertujuan agar tubuh anda selalu mendapatkan gizi tepat untuk membantu pertumbuhanya. Metabolisme yang bekerja pada tubuh tergantung dari makanan yang anda makan.

Setidaknya penuhi kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, lemak dan mineral setiap makan. Bukankah hanya dengan makan nasi, sayur bayam, ayam dan air putih sudah memenuhi kebutuhan gizi.

  1. Menjaga asupan asi

Sebagai ibunda, anda harus menjaga asupan asi untuk bayi anda. Sebab jika kekurangan, bayi anda juga beresiko terkena malnutrisi. Selain itu pada usia 6 bulan, mulailah dengan pemberian makanan pendamping asi. Berikut adalah banyak kalori yang haus dipenuhi oleh setiap bayi (berdasarkan penggolongan usia):

– Usia 0 – 6 bulan: 550 kkal/hari

– Usia 7 – 12 bulan: 650 kkal/hari

– Usia 1 – 3 tahun: 1000 kkal/hari

– Usia 4 – 6 tahun: 1550 kkal/hari

  1. Kualitas layanan kesehatan

Ketika anda sakit, maka berobatlah. Jangan menunda proses pengobatan anda. Hal ini dapat menembah resiko penyakit lain.

Leave a comment