Apakah Penyakit Tifus Menular?

Penyakit Tifus atau dengan bahasa dokternya dikenal dengan sebutan Tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh keluarga bakteri Salmonella Typhi yang bisa masuk lewat pencernaan melalui berbagai kegiatan seperti misal minum air keran (air mentah), makan-makanan yang kurang bersih, keracunan makanan dll.

Masyarakat paling banyak mengenal penyakit ini dengan nama Tifus atau Tifus, tetapi ada juga dalam dunia kedokteran disebut Typhoid Fever atau Thypus abdominalis, karena berhubungan dengan usus pada perut.

Banyak yang mengira bahwa perawatan tifus hanya dengan menggunakan obat jenis antibiotik saja. Perawatan tifus harus dilakukan secara penuh untuk membunuh semua bakteri yang tinggal dalam tubuh penderita.

Bakteri yang masuk ke dalam tubuh tetap bisa berkembang meskipun tidak pernah menunjukkan gejala tifus yang serius. Bahkan pada waktu kekebalan tubuh lemah, maka bisa menyebabkan serangan tifus berulang. Jadi penyakit ini sangat berbahaya.

Demam tifoid menyerang semua umur dan diakibatkan oleh infeksi pada saluran pencernaan. Setiap tahun ada sekitar 17juta kasus tifoid dan diakhiri dengan 600ribu kematian.

Jika tidak diobati 10-20% akan dipastikan meninggal dan 2% menjadi carier. Menjadi carier berarti penderita akan mengalami gejala berulang atau biasa disebut kumatan. Ada yang semakin parah, ada pula yang segitu-gitu aja. Namun carier berpotensi menularkan Tifus. Jadi jika anda menyayangi diri anda dan orang sekitar anda, pastikan anda bukan carier Tifus.

Di Indonesia, Tifus sudah menjadi penyakit yang memasyarakat. Pasti anda sudah familier dengan kata-kata “gejala Tifus”. Diperkirakan 800-100ribu penduduk terjangkit Tifus tiap tahun. Demam lebih banyak terjadi pada musim kemarau, ini ada hubungan dengan penularan Tifus melalui debu. Dan statistik menyebutkan perempuan lebih mudah terserang. Tertinggi pada anak-anak, terutama dibawah 5 tahun.

Penderita tifus umur 12tahun keatas 70-80%, umur 12-30 tahun 10-20% dan sisanya adalah diatas 30 tahun. Beberapa kondisi menyatakan dengan jelas bahwa daya tahan tubuh yang baik bisa menyembuhkan tifus dengan sendirinya. Betul, tifus bisa sembuh tanpa obat jika kekebalan tubuh anda baik.

Lalu Bagaimana Sih Cara Penularan Penyakit Tifus?

Setelah kita tahu gejala-gejala penyakit Tifus seperti yang sudah dijelaskan diatas, sekarang mari kita bahas bagaimana cara penularan penyakit Tifus? Atau dengan kata lain apakah penyakit Tifus ini bisa menular atau bisa menyerang penderita lain yang sehat?

Berikut penjelasan Cara penulara penyakit Tifus:

  1. Sebenarnya penyakit Tifus ini bisa menular kepada orang lain yang masih sehat. Maka dari itu berhatilah-hatilah jika kita sedang bersama penderita penyakit Tifus. Tifus bisa menular melalui makanan atau minuman dan tentunya makanan atau minuman yang sebelumnya sudah terkontaminasi dengan bakteri Tifus atau bakteri Salmonella. Selanjutnya bakteri Salmonella ini akan menyebar ke aliran darah serta usus yang pada akhirnya akan keluar melalui proses BAB.
  2. Biasanya juga penularan penyakit Tifus itu melalui air yang kita minum. Tentunya air yang sudah tercampuri bakteri seperti air bekas memncuci piring, mencuci sayuran, dan sebagainya.
  3. Proses penularan penyakit Tifus selanjutnya adalah biasanya melalui alat-alat yang sebelumnya telah dipegang oleh penderita Tifus kemudian dipegang kembali oleh mereka yang sehat. Jika memang seperti itu maka disarankan untuk mencuci tangan kita sampai bersih dan jika perlu menggunakan antiseptik;

Penyakit tifus memang sangat berbahaya. Bahaya tifus paling besar yang sering ditemukan adalah perforasi dan pendarahan internal. Terkadang penderita tifus harus mendapatkan perawatan di rumah sakit dalam waktu yang sangat lama hingga benar-benar pulih. Bahkan ada resiko penyakit lain seperti penyakit ginjal dan meningitis jika penyakit tifus tidak diobati dengan benar.

Leave a comment