Apakah Penyakit Legionnaires Bisa Disembuhkan?

Penyakit Legionnaires adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Legionella. Legionella adalah sejenis bakteri yang ditemukan secara alami di lingkungan air tawar, seperti danau dan sungai.

Keberadaan Legionella bisa menjadi masalah ketika populasinya berkembang pesat dan menyebar ke dalam sistem air buatan manusia, seperti shower dan keran air, torrent air, pipa ledeng, hingga genangan air di bak mandi yang tidak terkuras bersih.

Seseorang bisa terkena penyakit Legionnaires ketika mereka menghirup tetesan air kecil di udara yang mengandung bakteri. Hal ini bisa terjadi ketika air turun ke “pipa” yang salah — malah masuk ke dalam trakea (tenggorokan) dan paru-paru, bukannya ke saluran pencernaan.

Penyakit Legionnaires mungkin sulit untuk didiagnosis pada awalnya, karena tanda dan gejalanya mungkin sangat mirip dengan pneumonia pada umumnya. Gejala penyakit Legionnaires umumnya meliputi demam tinggi (lebih dari 40ºC, panas dingin, batuk, sakit otot, sakit kepala.

Tanda dan gejala biasanya muncul antara 2 dan 10 hari setelah infeksi awal. Bila gejala yang muncul lebih parah, demamnya akan lebih tinggi dan nyeri ototnya juga lebih parah.

Sebagian besar orang sehat yang terpapar Legionella tidak merasa sakit. Tapi, orang-orang lansia, pasien PPOK, yang sedang menjalani kemoterapi, atau yang memiliki penyakit tertentu seperti diabetes, gagal ginjal, atau gagal hati lebih rentan terkena penyakit Legionnaires.

Gejala Penyakit Legionnaires

Berikut adalah gejala penyakit Legionnaires:

– Menggigil.

– Sesak nafas.

– Nyeri dada.

– Demam.

– Sakit dan kaku otot.

– Nyeri persendian.

– Batuk kering.

– Batuk darah.

– Tidak bertenaga.

– Merasa tidak enak badan.

– Diare.

– Sakit kepala.

– Ataksia (gangguan koordinasi).

Penyembuhan Penyakit Legionnaires

Penyakit Legionnaires tidak menular, tak bisa menyebar dari orang ke orang, dan dapat disembuhkan dengan antibiotik, kebanyakan pasien sembuh dari penyakit tersebut.

Erythromycin merupakan antibiotik terpilih untuk mengobati penyakit Legionnaires. Pada kasus yang tidak terlalu berat, dapat diberikan per-oral (melalui mulut); jika tidak memungkinkan, bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah).

Jika terjadi gangguan pernafasan yang sangat berat, maka sebaiknya penderita dirawat di rumah sakit guna mendapatkan cairan dan elektrolit serta oksigen tambahan (baik melalui sungkup muka maupun melalui ventilator mekanik).

Sebagian besar penderita yang diobati dengan erythomycin akan menunjukkan perbaikan, tetapi proses penyembuhannya memerlukan waktu yang lama. Angka kematian adalah sekitar 20%. Angka kematian yang lebih tinggi ditemukan pada mereka yang mendapatkan penyakit ini di rumah sakit atau pada penderita gangguan sistem kekebalan.

Menjaga Kebersihan Sumber Air Untuk Menghindari Penyakit Legionnaires

  1. Bersihkan tempat yang potensial bagi pertumbuhan bakteri sesering mungkin

Saat sistem air memberikan nutrisi yang banyak bagi bakteri, hal ini akan memperbesar kemungkinan pertumbuhan legionella. Nutrisi tersebut antara lain, kerak, karat, endapan lumpur, dan bahan-bahan organik. Dengan demikian, sering membersihkan tempat yang potensial bagi pertumbuhan bakteri sangat penting untuk mengurangi kemungkinan wabah Legionnaires, seperti:

– Gunakan air pencuci kaca mobil paling tidak satu kali dalam sehari untuk mencegahnya menggenang.

– Bak mandi spa, kolam renang, dan bak mandi air panas harus diberi bahan kimia untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Tempat-tempat ini juga harus dikeringkan dan airnya diganti paling tidak sekali dalam sebulan.

– Saat menggunakan humidifier untuk pasien yang sakit, khususnya yang menderita penyakit paru-paru, gunakanlah air steril sebagai ganti air keran.

– Periksalah tanda-tanda kotoran di pancuran air. Sebagai contohnya, saat menggunakan kamar mandi umum di tempat kebugaran, beri tahukanlah kepada pengelola jika Anda melihat adanya karat atau kotoran di sepanjang selang pancuran.

– Bersihkan sistem AC paling tidak dua atau tiga kali dalam satu tahun, terutama pada sistem yang besar.

– Ganti air dalam air mancur paling tidak sekali dalam seminggu.

  1. Ikutilah beberapa panduan dasar

Ikutilah panduan umum untuk menjaga kebersihan sumber air di gedung komersial dan sekitarnya. Ini adalah cara yang paling efektif untuk menurunkan risiko penyebaran penyakit semakin luas, yang dapat mengakibatkan wabah.

Langkah yang pertama adalah menghindari suhu air antara 20 hingga 45 derajat Celsius. Rentang suhu ini mendukung pertumbuhan bakteri legionella.

  1. Hindari air yang menggenang

Legionella dapat tumbuh lebih cepat jika tidak terganggu, sehingga bakteri ini lebih suka hidup di air yang tidak mengalir. Untuk hal ini, Anda perlu memastikan bahwa sistem air sering digunakan untuk mencegahnya menggenang.

Sebagai contoh, pemanas air harus digunakan paling tidak 3 kali dalam seminggu untuk mencegah air menggenang di dalamnya.

Jika Anda baru saja kembali ke rumah setelah liburan panjang, atau jika Anda tidak dapat menggunakan pemanas air karena alasan apa pun, biarkan air mengalir keluar beberapa menit sebelum menggunakannya.

Leave a comment