Apa Saja Penyebab Penyakit Tuberkulosis?

Tuberkulosis adalah sebuah penyakit infeksi yang terjadi pada saluran pernafasan manusia yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri penyebab penyakit Tuberkulosis ini merupakan jenis bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengobati penyakit Tuberkulosis ini.

Secara umum, bakteri ini lebih sering menginfeksi organ pernapasan paru-paru (90%) dibandingkan dengan bagian lain pada tubuh manusia.

Apa Penyebab Penyakit Tuberkulosis?

Tuberkulosis disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Basil ini menyebar di udara melalui semburan titik-titik air liur dari batuk pengidap tuberkulosis aktif.

Meski demikian, penularan Tuberkulosis tidaklah semudah penyebaran pilek atau flu karena umumnya membutuhkan beberapa waktu. Makin lama seseorang terpapar atau berinteraksi dengan penderita Tuberkulosis, risiko penularan akan makin tinggi. Misalnya, anak yang tinggal serumah dengan pengidap Tuberkulosis akan memiliki risiko tinggi untuk tertular.

Risiko penularan Tuberkulosis juga berpotensi meningkat bagi kelompok-kelompok orang tertentu, di antaranya adalah:

– Orang yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh.

– Petugas medis yang sering berhubungan dengan pengidap Tuberkulosis.

– Usia manula serta anak-anak.

– Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pengidap HIV, diabetes, kanker, serta orang yang kekurangan gizi.

– Pengguna obat-obatan terlarang.

– Orang yang kecanduan minuman keras.

– Pengguna tembakau, misalnya dalam bentuk rokok. Hampir 20 persen kasus Tuberkulosis dipicu oleh merokok.

Selain paru-paru, basil Tuberkulosis juga bisa menyerang tulang, otak, sistem pencernaan, kelenjar getah bening, sistem saluran kemih, serta sistem saraf.

Jenis Penyakit Tuberkulosis

Berikut ini adalah klasifikasi dari jenis Tuberkulosis:

  1. Tuberkulosis peritonitis

Tuberkulosis peritonitis adalah jenis Tuberkulosis yang menyerang lapisan usus. M. tuberculosis dapat melibatkan lapisan luar usus dan lapisan dalam dinding perut, memproduksi peningkatan cairan, seperti di Tuberkulosis pleuritis. Peningkatan cairan menyebabkan distensi abdomen dan nyeri.

Tuberkulosis peritoneal lebih sering dijumpai pada wanita dibanding pria dengan perbandingan 1,5:1 dan lebih sering decade ke 3 dan 4. Tuberkulosis peritoneal dijumpai 2% dari seluruh Tuberkulosis paru dan 59,8% dari tuberculosis Abdominal.

  1. Tuberkulosis adrenal

Tuberkulosis kelenjar adrenal dapat menyebabkan insufisiensi adrenal. Insufisiensi adrenal adalah ketidakmampuan untuk meningkatkan produksi steroid pada saat stres, menyebabkan kelemahan. Bentuk Tuberkulosis ini dapat menghalangi fungsi dan kerja dari kelenjar adrenal yang sering menyebabkan gangguan dalam tubuh.

  1. Tuberkulosis ginjal

Tuberkulosis ginjal dapat menyebabkan asimtomatik piuria (sel darah putih dalam urin) dan dapat menyebar ke organ reproduksi dan mempengaruhi reproduksi. Pada pria, epididimitis (radang epididimis) dapat terjadi. Bakteri Tuberkulosis awalnya dihirup ke dalam paru-paru di mana ia kemudian dapat menyebar ke organ lain seperti ginjal.

Radang ginjal, demam, kehilangan nafsu makan, gemetaran, kehilangan berat badan dan sakit pada bagian ginjal adalah beberapa gejala dari penyakit Tuberkulosis ginjal ini. Segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut.

  1. Tuberkulosis tulang ( osteal )

Tuberkulosis tulang belakang juga dikenal sebagai Tuberkulosis Spondylitis. Gejala awal yang paling umum dari Tuberkulosis tulang adalah nyeri, tapi itu tergantung pada tulang atau sendi yang terpengaruh. Tuberkulosis sendi, disebut Tuberkulosis artikular, semakin menghancurkan sendi di pinggul atau lutut. Dokter menyebut kondisi ini sebagai “mono-arthritis” karena hanya satu sendi yang terkena.

Pada kasus tuberkulosis tulang ini, bakteri menginfeksi dan membuat tulang menjadi lemah serta rapuh. Tuberkulosis tulang belakang, juga disebut penyakit Pott, biasanya mempengaruhi bagian dada dari tulang belakang, menyebabkan nyeri punggung konstan sebagai virus degradasi cakram bantalan tulang belakang.

Tuberkulosis pada sendi menyebabkan nyeri sakit dan kekakuan. osteomyelitis tuberkulosis, atau infeksi tulang, menyebabkan nyeri konstan dalam tulang itu sendiri dan dapat menyebabkan komplikasi pada jaringan di sekitarnya, seperti sindrom carpal.

  1. Tuberkulosis kelenjar getah bening

Limfadenitis adalah peradangan dan / atau pembesaran kelenjar getah bening dan merupakan respon umum untuk berbagai infeksi terutama pada anak-anak. Kelenjar getah bening sering di daerah leher, meskipun mereka dapat di selangkangan. Infeksi Tuberkulosis kelenjar getah bening di leher kadang-kadang disebut dengan nama penyakit kelenjar, atau sebagai adenitis Tuberkulosis.

Selain beberapa jenis dan macam-macam Tuberkulosis diatas, ada juga jenis Tuberkulosis lain yaitu Tuberkulosis laring dan Tuberkulosis miller. Tuberkulosis laring sering mempengaruhi pita suara dan sedangkan Tuberkulosis miller mempengaruhi paru-paru yang menimbulkan pertumbuhan kecil pada permukaan paru-paru.

Leave a comment