Apa Saja Penyakit Akibat Malnutrisi?

Kekurangan gizi (malnutrisi) merupakan gangguan kesehatan serius yang terjadi ketika tubuh tidak mendapat asupan nutrisi yang cukup. Padahal, nutrisi ini sangat penting agar tubuh dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Malnutrisi tidak terjadi dalam satu atau dua hari, tapi terakumulasi selama periode yang lama. Tanda tubuh mengalami kekurangan gizi pun mungkin kamu tidak begitu menyadarinya.

Seorang penderita malnutrisi biasanya memiliki berat badan 10-25% berat normal, ukuran tersebut menandakan bahwa kondisi kurang gizi masih dalam tahap ringan. Namun, jika kondisi berat badan menurun mulai dari 25-40% berat normal bahkan lebih dari 40%, Anda perlu waspada karena batas tersebut merupakan kondisi malnutrisi tahap sedang hingga berat yang membutuhkan perawatan.

Penyakit Akibat Malnutrisi

Berikut ini merupakan penyakit yang diakibatkan oleh malnutrisi, diantaranya adalah:

  1. Gondok

Gondok adalah penyakit yang sebagian besar disebabkan karena kekurangan yodium dalam makanan. Gejala khas dari gondok ini adalah pembengkakan kelenjar tiroid. Gejala lainnya mirip dengan gejala penderita hipotiroidisme, seperti lesu, lemah, tingkat metabolisme yang rendah, peningkatan kerentanan terhadap dingin, ptosis, dll.

  1. Kwashiorkor

Kwashiorkor adalah salah satu penyakit malnutrisi protein yang paling akut di dunia. Hal ini juga dikatakan sebagai malnutrisi protein-kalori yang mirip dengan marasmus, tapi yang membedakan antara marasmus dengan Kwashiorkor adalah adanya edema yang biasanya terlihat pada kaki.

Gejala lain dari penyakit Kwashiorkor ini antara lain perut buncit, pembesaran hati, penipisan rambut dan tekstur rambut yang kasar, gigi mudah copot, depigmentasi kulit dan dermatitis.

Anak-anak yang menderita kondisi ini juga biasanya mengembangkan iritabilitas dan anoreksia. Dan meskipun keyakinan lama mengatakan bahwa Kwashiorkor ini disebabkan oleh kekurangan protein, namun penelitian menunjukkan bahwa bahwa devisiensi vitamin dan mineral juga dapat menyebabkan penyakit ini.

  1. Marasmus

Marasmus adalah penyakit yang disebabkan karena kekurangan protein dan kalori yang sangat parah dan merupakan salah satu penyakit yang paling umum pada anak-anak.

Dalam kondisi marasmus ini, berat tubuh lebih rendah 80% dari berat normal yang seharusnya sehingga tubuh seseorang nampak kurus. Pengecilan otot, kulit kering dan bersisik, kulit longgarmerupakan gejala lain dari marasmus.

  1. Anemia

Anemia adalah penyakit kurang darah yang paling umum disebabkan karena kurang gizi. Meskipun anemia dapat disebabkan oleh banyak faktor, tapi salah satu alasan utama untuk anemia adalah kekurangan zat besi dan defisiensi vitamin B12.

Anemia ini juga sering dialami oleh wanita hamil dan karena kondisi anemia ini menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas, kelelahan, pucat dan gejala lain yang menunjukkan rendahnya jumlah hemoglobin.

  1. Hiponatremia

Hiponatremia adalah suatu kondisi yang disebabkan karena kekurangan natrium dalam darah. Kekurangan natrium ini merupakan gangguan elektrolit serius yang biasanya terlihat pada orang yang memiliki tingkat hormon antidiuretik sangat rendah (konsentrasi natrium dalam plasma kurang dari 135mEq /L).

Pada penyakit Hiponatremia sering dilihat sebagai akibat dari komplikasi dari beberapa penyakit medis lainnya yang serius, seperti diare, muntah berlebihan, polidipsia, dll. Sementara gejala khas Hiponatremia termasuk mual, muntah, sakit kepala, dll.

  1. Hipokalemia

Hipokalemia adalah kondisi medis yang disebabkan karena kekurangan kalium. Dan hipokalemia sering dianggap sebagai komplikasi dehidrasi atau diare dan gizi buruk. Gejala hipokalemia termasuk mialgia, kram otot, tetani, gangguan tekanan darah, sembelit, dll Efek serius dari hipokalemia termasuk depresi pernapasan dan aritmia jantung.

  1. Defisiensi Vitamin
  • Vitamin A

Kekurangan vitamin ini termasuk defisiensi Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B3, Vitamin 12, Vitamin C dan Vitamin D.

Kekurangan vitamin A penyebab umum rabun senja, kebutaan permanent serta sangat rentan terhadap infeksi, gangguan nafsu makan, kulit kering dan kasar, kerusakan rambut, kesulitan dalam penyembuhan luka dll.

  • Vitamin B1

Defisiensi Vitamin B1 atau tiamin dapat manifestasi munculnya beri-beridengan gejala seperti badan lesu, pengecilan otot dan komplikasi akhir dari sistem kardiovaskular, saraf, otot dan gastrointestinal.

  • Vitamin B2

Defisiensi Vitamin B2 atau Riboflavin biasanya sangat berhubungannya dengan penyakit malnutrisi protein dan energi. Gejala defisiensi riboflavin termasuk sakit tenggorokan dengan pembengkakan dan kemerahan dari mulut, cheilosis, stomatitis, glositis, dermatitis seborrhic, dll.

  • Vitamin B3

Defisiensi vitamin B3 atau niacin dapat menyebabkan penyakit yang disebut pellagra yang dicirikan dengan gejala pellagra seperti fotosensitivitas, dermatitis, demensia, diare, alopecia, insomnia, kelemahan, ataksia, dll.

  • Vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 ditandai dengan gejala termasuk kesemutan pada lidah, anemia, bintik-bintik putih pada kulit, luka pada mulut, sesak napas, kehilangan memori, sakit kepala yang mirip serangan migrain, dll.

  • Vitamin C

Kekurangan Vitamin C atau asam askorbat ini menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai penyakit kudis. Penyakit ini ditandai dengan gejala seperti gusi berdarah, penyembuhan luka yang sangat lama, bintik-bintik pada kulit dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi.

  • Vitamin D

Kekurangan vitamin D biasanya terjadi karena kurangnya asupan kalsium ditambah dengan paparan sinar matahari yang tidak memadai. Gejala Kekurangan vitamin D termasuk pembentukan tulang terganggu, sehingga menyebabkan tulang sangat lunak seperti pada osteomalacia maupun osteoporosis.

Leave a comment