Apa Saja Komplikasi Penyakit Tuberkulosis Paru?

Tuberkulosis merupakan sebuah penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri yang terjadi pada saluran pernapasan. Adapun jenis bakteri yang menyebabkan infeksi tersebut merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu yang lama untuk mengobatinya.

Penyebab Penyakit Tuberkulosis

Tuberkulosis disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Basil ini menyebar di udara melalui semburan titik-titik air liur dari batuk pengidap tuberkulosis aktif.

Meski demikian, penularan Tuberkulosis tidaklah semudah penyebaran pilek atau flu karena umumnya membutuhkan beberapa waktu. Makin lama seseorang terpapar atau berinteraksi dengan penderita Tuberkulosis, risiko penularan akan makin tinggi. Misalnya, anak yang tinggal serumah dengan pengidap Tuberkulosis akan memiliki risiko tinggi untuk tertular.

Risiko penularan Tuberkulosis juga berpotensi meningkat bagi kelompok-kelompok orang tertentu, di antaranya adalah:

– Orang yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh.

– Petugas medis yang sering berhubungan dengan pengidap Tuberkulosis.

– Manula serta anak-anak.

– Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya pengidap HIV, diabetes, kanker, serta orang yang kekurangan gizi.

– Pengguna obat-obatan terlarang.

– Orang yang kecanduan minuman keras.

– Pengguna tembakau, misalnya dalam bentuk rokok. Hampir 20 persen kasus Tuberkulosis dipicu oleh merokok.

Gejala yang mungkin terjadi pada penderita Tuberkulosis yaitu:

  1. Batuk lama

Selain batuk berdarah, pada penderita Tuberkulosis paru ini akan mengalami batuk yang cenderung lama, tentu batuk itu akan dialami lebih dari 3 minggu, jika batuk kurang dari tiga minggu, itu biasanya masih tergolong pada batuk biasa, namun jika batuk sudah lebih dari 3 minggu bahkan sampai berbulan-bulan.

Tentu hal ini sudah harus diwaspadai karena hal tersebut bisa jadi menandakan bahwa batuk itu adalah batuk dari Tuberkulosis.

  1. Berat badan menurun

Berat badan menurun disebabkan karena nafsu makan berkurang sehingga asupan makanna tidak dapat tercukupi akibatnya tubuh menjadi lelah dan berat badan menjadi turun.

Hal ini disebabkan karena tidak ada makanan yang mengandung karbohidrat yang dikonsumsi sehingga badan terasa sangat kurus, meskipun pada dasarnya makanan mengandung karbohidrat ini menyebabkan ngantuk, tetappi makanan ini juga diperlukan untuk melengkapi kebutuhan asupan dalam tubuh.

  1. Sakit kepala

Sakit kepala akan kerap terjadi ketika sedang sakit, karena ada beberapa syaraf yang tertekan oleh bakteri sehingga menyebabkan syaraf-syaraf menajdi tertekan, begitu pula dengan syafat bagian kepala, sehingga menyebabkan sakit pada kepala. Sakit ini bisa berakibat kepala menjadi berat sehingga susah beraktivitas. Bawaannya merasa ingin terus terusan tidur.

  1. Badan terasa pegal-pegal

Selain itu badan pun akan mudah terasa pegal-pegal pada saat menderita Tuberkulosis paru ini, karena Tuberkulosis paru tidak hanya menyerang bagian paru saja tetap ada beberapa bagian yang dimana bakteri itu menyebar hampir ke seluruh tubuh, sehingga orang yang menderita penyakit ini akan merasakan lelah dan pegal serta capek seluruh tubuh.

Komplikasi Penyakit Tuberkulosis Paru

Berikut beberapa komplikasi akibat tuberkulosis paru:

Gangguan mata

Ciri mata yang sudah terinfeksi Tuberkulosis biasanya berwarna kemerahan, mengalami iritasi dan pembengkakan retina serta bagian lainnya.

Kerusakan hati dan ginjal

Hati dan ginjal dapat berfungsi untuk menyaring kotoran yang ada di aliran darah. Fungsi ini akan mengalami kegagalan bila kedua organ tersebut terinfeksi oleh kuman Tuberkulosis.

Kerusakan jantung

Jaringan yang ada di sekitar jantung juga dapat terinfeksi oleh kuman Tuberkulosis, akibatnya bisa terjadi peradangan dan penumpukkan cairan yang membuat jantung menjadi tidak efektif dalam memompa darah dan akibatnya bisa sangat fatal.

Kerusakan otak

Kuman Tuberkulosis yang telah menyebar hingga ke otak dapat menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Radang tersebut dapat memicu pembengkakan pada membran yang menyelimuti otak dan seringkali berakibat fatal dan bahkan mematikan.

Kerusakan tulang dan sendi

Nyeri tulang punggung dan kerusakan sendi bisa terjadi ketika infeksi kuman Tuberkulosis menyebar dari paru-paru ke jaringan tulang. Dalam banyak kasus, tulang iga dapat terinfeksi dan memicu terjadinya nyeri di bagian etrsebut.

Resistensi Kuman

Pengobatan dalam jangka panjang, seringkali membuat pasian tidak disiplin dan bahkan ada yang putus obat karena merasa sudah bosan. Pengobatan yang tidak tuntas atau tidak disiplin membuat kuman menjadi resisten atau kebal, sehingga harus diganti dengan obat lain yang lebih kuat dengan efek samping yang tentunya lebih berat bagi Anda.

Leave a comment