4 Obat Sakit Kanker Darah!

Kanker leukemia atau kanker darah putih yang disebabkan oleh produksi sel darah putih yang berkembang jauh diatas normal dan tubuh banyak mengandung sel darah putih yang tidak sehat terutama pada sumsum tulang yang merupakan tempat tumbuhnya sel darah putih. Oleh karenanya kanker leukemia sering disebut sebagai kanker sel darah putih atau kanker sumsum tulang.

Penyakit kanker tidak langsung menyerang melainkan berkembang melalui proses yang cukup lama untuk mengembangkan sel-sel tubuh yang sehat dan merubah sel tubuh ini menjadi sel tubuh yang ganas kemudian menjadi kanker yang membutuhkan waktu sekitar 5-10 tahun.

Setiap orang berisiko terhadap penyakit kanker termasuk kanker leukemia yang merupakan jenis kanker yang menyerang secara diam-diam.

Ciri-ciri Penyakit Kanker Darah

  • Selera nafsu makan yang menurun
  • Sering merasa lelah, pusing atau sakit kepala
  • Mengalami penurunan berat badan
  • Kehilangan keseimbangan ( jika terjadi pada anak-anak )
  • Badan lemah
  • Berkeringat, terutama di malam hari
  • Demam, kedinginan, dan gejala seperti flu
  • Nyeri tulang atau sendi
  • Kerentanan terhadap infeksi
  • Peningkatan temperature
  • Pendarahan didalam kulit, seperti mimisan memar

Penyebab Penyakit Kanker Darah

Faktor-faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko kanker darah meliputi:

  • Faktor keturunan atau genetika. Penderita down syndrome atau gangguan genetika lain yang langka meningkatkan risiko mengalami leukemia akut.
    Sedangkan leukemia limfatik kronis sering diturunkan dalam keluarga dan biasanya dialami pria. Selain itu, riwayat keluarga yang mengidap leukemia juga dapat memperbesar risiko mengalami penyakit yang sama.
  • Pernah menjalani pengobatan kanker. Kemoterapi atau radioterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.
  • Pernah mengalami pajanan terhadap radiasi tingkat tinggi atau zat-zat kimia tertentu. Misalnya orang yang pernah terlibat dalam kecelakaan yang berhubungan dengan reaktor nuklir atau mengalami pajanan zat kimia seperti benzena.
  • Rokok tidak hanya akan meningkatkan risiko kanker darah (terutama leukemia mielogen akut), tapi juga berbagai penyakit lain.

Meskipun begitu, sebagian besar orang dengan risiko tinggi di atas tidak mengalami leukemia. Di sisi lain, penderita leukemia sering kali ditemukan justru pada orang yang tidak memiliki risiko tersebut.

Pengobatan Penyakit Kanker Darah

  1. Terapi kemoterapikemoterapi

Ada beberapa cara di mana pasien mendapatkan penyembuhan melalui pelaksaan kemoterapi, bisa melalui mulut, disuntik pada pembuluh darah balik (intravena), dan disuntik langsung ke cairan cerebrospinal.

Akan tetapi seperti sudah diketahui secara umum, terapi kanker darah dengan jalan kemoterapi seringkali menjadi pilihan yang sebenarnya tidak diinginkan oleh kebanyakan pasien. Efek samping yang ditimbulkan pasca kemoterapi malah menjadi beban penderitaan yang lain bagi si pasien.

  1. Terapi Biologi

Terapi biologi digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh penderita terhadap kanker. Pada umumnya, terapi initerapi biologi menggunakan media suntik ke pembuluh darah balik. Penanganan terapi biologi berbeda-beda tergantung dengan tipe kanker yang sedang dihadapi.

Untuk pasien yang terkena leukemia limfositik kronis, terapi yang cocok digunakan adalah antibodi monoklon. Terapi biologi ini bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan dengan membunuh sel-sel leukemia.

Sedangkan bagi pasien dengan tipe leukemia myelo kronis, terapi yang dilakukan menggunakan suatu bahan bernama interferon. Bahan ini berfungsi untuk memperlambat pertumbuhan se-sel leukemia pada tubuh.

  1. Terapi radiasi

terapi radiasiCara kerja terapi kanker darah / leukimia ini adalah dengan menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker.

Sebuah alat berukuran cukup besar akan diarahkan ke berbagai bagian tubuh penderita kanker yang memiliki tumpukan sel leukemia seperti limpa, otak dan bagian lainnya. Biasanya cara ini dilakukan sebelum proses transplantasi sumsum tulang.

  1. Transplantasi Sel Induk

Transplantasi-Sel-Induk Dengan Transplantasi Sel Induk, pasien bisa diobati menggunakan obat berdosis tinggi, radiasi atau bahkan gabungan dari keduanya.

Selama ini pemberian dosis obat yang tinggi akan menghancurkan tidak hanya sel leukemia-nya saja, namun juga dengan sel-sel normal yang ada pada sumsum tulang. Kemudian, sel-sel sehat akan ditransfer ke dalam tubuh penderita melalui tabung fleksibel yang dipasang di pembuluh darah balik besar pada bagian dada dan leher pasien.

Sel-sel induk dari hasil transplantasi ini akan menghasilkan sel-sel baru yang terus tumbuh. Pasien yang menggunakan Transplantasi Sel Induk diwajibkan untuk menginap di rumah sakit selama beberapa minggu.

Hal ini dilakukan agar para petugas medis bisa selalu memantau kondisi pasien dengan baik. Biasanya proses ini berlangsung sampai sel-sel induk berhasil memproduksi sel darah putih dalam jumlah yang normal.

Leave a comment